Budaya Indonesia yang Pernah Diklaim Malaysia

 
di Posting olehrulam Jul 07, 2012
 

Baca juga artikel ini:

Tari Pendet

Tari khas asal Bali ini pertengahan tahun 2009 muncul dalam iklan ‘Enigmatic Malaysia’ di Discovery Channel.

Masyarakat Indonesia pun kontan emosi. Pemerintah Indonesia melalui Departemen Pariwisata pun melayangkan surat protes ke Malaysia.

Batik

Selisih budaya Malaysia-Indonesia atas batik terjadi 2009, dan berakhir dengan pengakuan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organizations (UNESCO) atas batik sebagai warisan budaya Indonesia.

Angklung

Klaim Malaysia atas angklung dituangkan dalam situs www.malaysiana.pnm.my yang menyeruak pada 2010. Disebutkan, angklung adalah salah satu warisan budaya Malaysia.

Di situs itu juga dijelaskan tentang bahan dasar angklung, fungsi, dan cara bermainnya. Ada pula foto-foto alat musik angklung.

Wayang Kulit dan Gamelan

Situs pemerintah Malaysia, warisan.gov.my, memasukkan wayang kulit dan gamelan ke dalam Statistik Daftar Warisan dan Warisan Kebangsaan Malaysia.

Wayang kulit terdaftar dengan nomor P.U.(A) 85, sedangkan gamelan terdaftar dengan nomor P.U.(A) 78. Persoalan ini sempat mengemuka pada 2009.

Lagu Rasa Sayange

Oktober 2007, Malaysia memakai lagu ini dalam kampanye parisiwata “Malaysia Truly Asia”. Rakyat Indonesia pun marah.

Jero Wacik yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Parawisata menegaskan, Indonesia menyimpan sejumlah bukti kuat bahwa Rasa Sayange itu warisan Maluku.

Tari Tor-tor dan Gordang Sambilan

Minggu, 17 Juni 2012, masyarakat Indonesia mulai ramai membicarakan “klaim” Malaysia atas Tari Tor-tor dan Gordang Sambilan.

Keriuhan ini berasal dari berita di situs Bernama yang menyatakan Malaysia akan meregistrasi tari Tor-tor dan Gordang Sambilan sebagai peninggalan nasional mereka berdasarkan Bab 67 Undang-undang Peninggalan Nasional 2005.

***

http://www.radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&id=97565